Menjelajahi Cita Rasa: 30 Makanan Khas Malang yang Bikin Rindu untuk Kembali

Jajananmalang.com - Malang bukan hanya dikenal sebagai kota sejuk dengan pemandangan alam yang indah, tetapi juga sebagai surga kuliner khas Jawa Timur yang memikat siapa saja yang datang. Setiap sudut kota menawarkan aroma menggoda: dari pedagang kaki lima di pinggir jalan hingga warung legendaris yang telah berdiri puluhan tahun.

Makanan khas Malang memiliki karakter kuat—gurih, pedas, dan autentik, dengan pengaruh budaya Jawa, Tionghoa, dan Madura yang berpadu indah dalam satu piring. Mari kita telusuri satu per satu kelezatan khas Malang yang wajib kamu coba!

1. Bakso Malang, Sang Ikon Kota Apel

Tak bisa dipungkiri, nama “Bakso Malang” sudah mendunia. Dikenal juga sebagai bakwan Malang, hidangan ini berisi bakso daging sapi kenyal, tahu goreng, siomay, pangsit goreng, mie kuning, dan bihun yang disiram kuah kaldu gurih.

Warung legendaris seperti Bakso President yang berada di samping rel kereta api menjadi destinasi wajib wisata kuliner. Suara gemuruh kereta yang lewat justru menjadi daya tarik tersendiri, seakan menambah cita rasa nostalgia pada semangkuk bakso panas.


2. Rawon Nguling, Hitam Legendaris yang Menggugah

Hidangan berkuah hitam ini mungkin terlihat sederhana, tapi begitu disuap, rasa gurih rempahnya akan langsung membuatmu jatuh cinta. Warna hitam berasal dari kluwek, bahan khas Indonesia.

Di Malang, Rawon Nguling menjadi ikon tersendiri. Dagingnya empuk, kuahnya kaya rempah, dan aroma khasnya membuat banyak pengunjung rela antre panjang. Disajikan dengan nasi putih hangat, tauge pendek, telur asin, dan sambal—sempurna!


3. Nasi Pecel Kawi, Perpaduan Tradisi dan Kelezatan

Bagi yang menyukai sayuran segar dan sambal kacang pedas manis, Nasi Pecel Kawi adalah pilihan tepat. Dinamakan dari kawasan Jalan Kawi di Malang, tempat pecel ini pertama kali terkenal.

Cita rasa sambalnya khas, tidak terlalu manis seperti pecel Madiun, dan tidak terlalu pedas seperti dari Kediri—pas di tengah. Biasanya disajikan dengan rempeyek, tempe goreng, dan lauk pelengkap seperti telur dadar atau ayam goreng.


4. Tahu Lontong Lonceng, Sajian Legendaris Sejak Zaman Belanda

Warung Tahu Lontong Lonceng yang berdiri sejak 1930-an ini adalah salah satu kuliner tertua di Malang. Isinya sederhana: tahu goreng, lontong, taoge, dan bumbu kacang. Namun rasa bumbunya khas, karena menggunakan resep turun-temurun.

Letaknya di dekat Alun-Alun Kota Malang, menjadi saksi sejarah panjang perkembangan kuliner kota ini.


5. Soto Rampal, Hangatnya Pagi di Kota Dingin

Bagi warga Malang, Soto Rampal sudah seperti ritual pagi hari. Kuahnya bening, isinya daging sapi empuk, perkedel, dan taburan seledri serta bawang goreng.

Berbeda dari soto daerah lain, soto ini tidak terlalu berminyak, cocok untuk dinikmati di udara dingin pagi hari. Jangan lupa tambahkan sambal dan perasan jeruk nipis untuk cita rasa yang lebih segar.


6. Cwie Mie Malang, Gurihnya Mie dengan Sentuhan Oriental

Cwie Mie Malang adalah versi lokal dari mie ayam, dengan pengaruh kuat dari kuliner Tionghoa. Disajikan dengan mie tipis kenyal, ayam cincang, sawi, dan pangsit goreng renyah.

Yang membuatnya istimewa adalah taburan ayam cincang yang gurih tanpa terlalu banyak kecap manis, serta topping bawang goreng dan daun bawang yang menggoda.


7. Orem-Orem, Kuliner Khas yang Unik dan Lezat

Orem-orem adalah sajian khas Malang berbahan dasar irisan tempe goreng dan ayam yang dimasak dalam kuah santan gurih. Biasanya disajikan bersama ketupat dan sambal pedas.

Rasanya mirip sayur lodeh, tetapi lebih pekat dan berbumbu. Warung Orem-Orem Khas Arema di Jalan Blitar adalah salah satu tempat legendaris yang wajib dicoba.


8. Tahu Campur Malang, Kelezatan dari Perpaduan Cita Rasa

Tahu campur Malang berisi tahu goreng, mie kuning, tauge, selada, daging, dan siraman kuah kaldu pedas gurih. Tambahan petis khas Jawa Timur memberikan aroma dan rasa yang kuat.

Biasanya disantap sore hari bersama kerupuk udang besar—lezat dan mengenyangkan.


9. Rujak Cingur, Pedas, Segar, dan Otentik

Meskipun populer di Surabaya, versi rujak cingur Malang punya rasa lebih ringan dan segar. Isinya terdiri dari sayuran rebus, irisan cingur (hidung sapi), tahu, tempe, dan bumbu kacang petis.

Kombinasi manis, asin, dan pedasnya membuatnya menjadi salah satu makanan yang paling dicari wisatawan.


10. Nasi Jagung, Warisan Kuliner Pedesaan

Di daerah-daerah sekitar Malang seperti Batu dan Dampit, nasi jagung masih menjadi menu harian. Nasi ini dibuat dari campuran jagung tumbuk dan beras, disajikan dengan sayur urap, ikan asin, dan sambal terasi.

Rasa gurih dan teksturnya yang kasar justru menjadi ciri khas yang autentik dari warisan kuliner Jawa Timur.


11. Lontong Balap, Makan Kenyang dengan Rasa Nostalgia

Lontong balap berisi lontong, tauge, tahu, lentho (perkedel kacang tolo), dan kuah gurih. Rasanya sederhana tapi khas.

Nama “balap” konon berasal dari para penjual zaman dulu yang berebut menjajakan lontong ini di pasar-pasar Malang dan Surabaya—jadi mereka seperti “balapan”.


12. Sego Goreng Mawut, Paduan Nasi dan Mie yang Mengenyangkan

Masyarakat Malang menyebutnya nasi goreng mawut karena tampilannya yang “semrawut” —campuran nasi, mie, telur, dan sayuran. Namun rasa gurihnya justru membuat banyak orang ketagihan.


13. Tempe Mendol, Kecil tapi Menggoda

Malang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tempe terbaik. Dari sinilah muncul tempe mendol, tempe yang dihaluskan, dibumbui, dan digoreng hingga renyah di luar tapi lembut di dalam.

Biasanya menjadi lauk pelengkap nasi pecel, rawon, atau soto.


14. Nasi Empal, Gurihnya Daging Manis Pedas

Empal khas Malang memiliki tekstur empuk dengan rasa gurih manis. Daging sapi yang sudah dimasak lama kemudian digoreng hingga kering di luar tapi tetap lembut di dalam. Cocok disajikan dengan sambal tomat segar.


15. Bakwan Malang Goreng, Camilan Legendaris yang Tak Lekang Zaman

Selain versi berkuah, Malang juga punya bakwan goreng yang biasa dijajakan di pinggir jalan. Terbuat dari adonan tepung, sayur, dan udang kecil, digoreng hingga keemasan.

Wangi bawang putihnya langsung menggugah selera begitu keluar dari wajan.


16. Wedang Ronde, Penghangat Malam yang Manis

Dinginnya udara Malang paling pas ditemani wedang ronde. Bola-bola ketan berisi kacang, disajikan dalam kuah jahe hangat. Biasanya dinikmati malam hari sambil duduk di alun-alun kota.


17. Es Tawon Kidul Dalem, Legenda Sejak 1955

Bila cuaca panas, datanglah ke Es Tawon Kidul Dalem. Es ini berisi campuran cendol, cincau, tape, blewah, dan sirup merah khas. Rasanya manis menyegarkan dan membawa nuansa tempo dulu.


18. Ceker Setan, Pedasnya Menggigit

Nama “Ceker Setan” bukan tanpa alasan. Kuliner ini terkenal karena tingkat pedasnya yang ekstrem. Berisi ceker ayam yang dimasak dalam bumbu cabai melimpah, biasanya dijual malam hari.

Bagi pecinta pedas, ini adalah surga rasa!


19. Bakso Bakar, Inovasi Kreatif dari Malang

Selain bakso kuah, Malang juga terkenal dengan bakso bakar. Bakso yang sudah matang dibakar di atas arang dan dibumbui saus pedas manis. Teksturnya kenyal dan aromanya menggoda.


20. Nasi Buk, Kuliner Madura di Tengah Malang

Dipengaruhi budaya Madura, nasi buk disajikan dengan serundeng, daging suwir, sambal terasi, dan kuah santan pedas. Porsinya besar dan cocok untuk makan siang yang mengenyangkan.


21. Tahu Telor, Gurihnya Tak Pernah Gagal

Tahu yang digoreng bersama telur, disajikan dengan lontong, taoge, dan bumbu kacang. Sederhana tapi nikmat—terutama bila disantap saat masih panas.


22. Rujak Manis, Segar di Tengah Panas Kota

Campuran buah seperti bengkuang, nanas, dan kedondong disiram bumbu kacang kental. Rujak manis khas Malang sering diberi tambahan petis, memberikan rasa unik yang khas Jawa Timur.


23. Nasi Goreng Jancuk, Tantangan Pedas untuk Pecinta Adrenalin

Sesuai namanya yang unik, nasi goreng ini terkenal dengan level pedas yang ekstrem. Biasanya disajikan dalam porsi besar untuk disantap ramai-ramai.

Cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba sensasi pedas khas Malang.


24. Lontong Sayur Malang, Gurihnya Santan dan Aroma Daun Salam

Mirip lontong sayur Betawi, tapi versi Malang memiliki kuah lebih ringan. Isinya sayur labu siam, tahu, dan telur rebus dengan tambahan sambal.


25. Nasi Campur Malang, Paduan Rasa yang Lengkap

Satu porsi nasi campur berisi nasi putih, daging ayam, sambal goreng kentang, tempe orek, dan sambal. Praktis dan nikmat, cocok disantap kapan saja.


26. Pos Ketan Legenda Batu, Camilan Malam Paling Hits

Tak jauh dari pusat kota Malang, di Alun-Alun Batu, ada Pos Ketan Legenda yang selalu ramai. Ketan lembut disajikan dengan aneka topping seperti durian, keju, cokelat, dan pisang.

Suasana malam yang sejuk membuat setiap suapan terasa sempurna.


27. Sate Landak, Eksotis tapi Populer

Sate landak mungkin terdengar ekstrem, tetapi di Malang kuliner ini cukup terkenal. Dagingnya lembut dan tidak amis, disajikan dengan bumbu kacang khas Jawa Timur.

Biasanya dijumpai di daerah Tlogomas atau Dinoyo.


28. Angsle, Kuah Manis Hangat di Tengah Dingin Malam

Hidangan ini terdiri dari roti tawar, ketan, kacang tanah, petulo (seperti kue putu mayang), dan kuah santan jahe hangat. Nikmat disantap malam hari sambil berbincang santai.


29. Jenang Malang, Manis Tradisional yang Jarang Ditemui

Jenang Malang dibuat dari beras ketan dan santan, dimasak dengan gula merah hingga kental. Biasanya disajikan saat acara tradisional, tapi beberapa toko masih menjualnya dalam bentuk kemasan modern.


30. Keripik Buah, Oleh-Oleh Khas Malang

Tak lengkap rasanya pulang dari Malang tanpa membawa keripik buah. Mulai dari apel, nangka, salak, hingga rambutan—semuanya diolah menjadi camilan renyah tanpa menghilangkan rasa asli buahnya.

Pusat oleh-oleh di Jalan Semeru atau Batu menjadi tempat favorit wisatawan berburu buah tangan khas Malang.


Kenapa Makanan Khas Malang Begitu Istimewa?

Ada tiga hal yang membuat kuliner Malang begitu istimewa:

  1. Kearifan lokal dan bahan segar.
    Malang dikelilingi pegunungan yang subur, sehingga bahan makanan selalu segar dan berkualitas.
  2. Perpaduan budaya.
    Cita rasa kulinernya dipengaruhi oleh budaya Jawa, Madura, dan Tionghoa—menciptakan variasi rasa yang kaya.
  3. Cinta warga terhadap tradisi.
    Banyak resep diwariskan turun-temurun, menjadikan setiap makanan punya cerita dan sejarah tersendiri.

Pengalaman Menikmati Kuliner di Malang

Bayangkan pagi hari yang dingin di Kota Malang. Kamu duduk di warung sederhana, menikmati semangkuk soto panas sambil menyeruput teh manis hangat. Siang hari kamu menelusuri gang kecil, mencicipi bakso bakar, lalu malamnya menutup hari dengan semangkuk wedang ronde di alun-alun.

Itulah keindahan kuliner Malang—bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang pengalaman, suasana, dan kehangatan kota yang membuat siapa pun ingin kembali lagi.


Penutup: Malang, Surga Rasa yang Tak Pernah Pudar

Dari bakso legendaris hingga jajanan pasar, dari orem-orem hingga sate landak, semua kuliner khas Malang menyimpan kisah dan cita rasa yang sulit dilupakan.

Bagi siapa pun yang datang, Malang bukan sekadar kota wisata, tapi juga kota rasa—tempat di mana setiap gigitan membawa kenangan dan setiap aroma membawa rindu.

 

Share

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel